Jumat, 09 Oktober 2015

SINGA-SINGA ALLAAH

Siapakah yang telah menaklukkan negeri Syam, Iraq, dan Persia untuk Islam? Umar bin al-Khaththab radhiallahu’anhu (dia seorang Sunni, musuh Syi’ah nomor wahid)
Siapakah yang telah menaklukkan negeri Sindu dan India untuk Islam? Muhammad bin al-Qasim (dia Sunni, anti Syi’ah)
Siapakah yang telah menaklukkan Afrika Utara untuk Islam? Qutaibah bin Muslim al-Bahily (dia Sunni, anti Syi’ah)Siapakah yang telah menaklukkan Spanyol untuk Islam? Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nashir (keduanya Sunni, anti Syi’ah)
Siapakah yang telah menaklukkan Konstantinopeluntuk Islam? Muhammad al-Fatih (dia Sunni, anti Syi’ah)Siapakah yang telah menaklukkan negeri Shoqliyah untuk Islam? Asad Ibnul Furot (dia Sunni, anti Syi’ah)
Siapakah yang telah membangun peradaban Andalusia (Spanyol) lalu menjadikannya sebagai menara ilmu? Para penguasa dan ulama dari kalangan ahlussunnah (anti Syi’ah)
Siapakah yang memimpin pasukan muslim menaklukkan tentara Salib di Hiththin? Shalahuddin al-Ayyubi (dia Sunni, anti Syi’ah)
Siapakah yang memimpin pasukan muslimin menghancurkan kekuatan Tartar? Saifuddin Qatz dan Ruknuddin Bibris (keduanya Sunni, anti Syi’ah)
SEBALIKNYA…
Siapakah yang berkhianat pada al-Husein radhiallahu’anhu? al-Mukhtar ats-Tsaqofi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah berkhianat pada Khalifah Abbasy ar-Raadhi Billaah? Al-Buhiyun (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah berkhianat dan membantu Tartar memasuki Baghdad? Ibnul ‘Alqomi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah menghiasi perbuatan keji Holago Khan sehingga terkesan baik? Nashir ath-Thusi (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah menolong Tartar dalam penyerangannya terhadap Syam? Kaum Syi’ah Alawiyyun (Rafidhah)
Siapakah yang menjadi sekutu tentara Salib dalam melawan kaum muslimin? ath-Thowasyi dan Fathimiyyun (mereka semua Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah mengkhianati Sultan as-Saljuqi? al-Basasiriy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah menolong tentara Salib dalam menduduki Baitul Maqdis di Palestin? Ahmad bin ‘Atho (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Shalahuddin al-Ayyubi? Seorang Syi’ah-Rafidhah.
Siapakah yang telah menemui Holagho Khan di Syam? Kamaluddin ‘Umar bin Badr at-Tiflisiy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah mencongkel dan mencuri Hajar Aswad dari Ka’bah dan membunuh para jama’ah haji? Abu Thahir al-Qaramithiy (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah membantu Napoleon ketika menyerang Syam? Darwiz (dia seorang Syi’ah-Rafidhah)
DAN BARU-BARU INI…
Siapakah yang telah membunuh warga Palestina di perkemahan Shobro dan Syatila? Harokah Amal(gerakan beraliran Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah menyokong penyerangan Zionis terhadap Lebanon Selatan? Harokah Amal (Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah menyerang pusat-pusat sunnah di Yaman? Kelompok Haothi (mereka Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang menyebut perang Amerika menginvasi Iraq sebagai keberkahan? As-Siistaaniy dan al-Hakiim (mereka Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah menyebut perang tentara Salib menginvasi Afganistan sebagai keberkahan?Iran (negeri Syi’ah-Rafidhah)
Siapakah yang telah memerangi dan menindas rakyat muslim di Suriah? Rezim Bassar an-Nushairiy (rezim Syi’ah ultra-ekstrim)
Khawarij juga demikian. Hanya saja mereka berada di kutub seberang jika dibandingkan dengan Syi’ah. Di mana ada Khawarij, di situ adaSyi’ah.
Dan di mana ada Syi’ah, di situ muncul Khawarij. Mereka semua adalah para pelaku kerusakan terbesar di muka bumi. WALLAAHU A'LAM.
***Sebagian besar tulisan di atas adalah terjemahandari sebuah postingan berbahasa Arab di grup “Tholabatul ‘Ilmi Lombok” /Forum Asatidz dan Thullab Lombok/bbg-alilmu.com (arc)

Emilia Renita AZ: Nikah Mut’ah Solusi Menjaga Kesucian Wanita

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam debat antara Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry dengan istri dedengkot Syiah Jalaluddin Rakhmat, Emilia Renita AZ, tentang ajaran nikah mut’ah, dimana ia tidak mau melaksanakan nikah mut’ah karena dirinya adalah perempuan yang menjaga iffah. (Baca: Emilia Renita AZ Tidak Mau Mut’ah Karena Menjaga Kesucian)
Mendapat pukulan telak karena tidak mau melaksanakan nikah mut’ah, Emilia Renita kemudian ngeles dan malah menanggapid ebat dengan memberikan dalil kebolehan nikah mut’ah menurut referensi Sunni, padahal yang jadi tema pokok pembahasan adalah mengapa Emilia menolak amalan nikah mut’ah sedangkan dia adalah pembesar Syiah.
Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry pun menanggapi, “Ingat, Anda telah mengatakan bahwasanya Anda tidak mau nikah mut’ah. Seharusnya Anda membawakan dalil akan keharaman nikah mut’ah dalam kitab-kitab Syiah bukan malah membawakan dalil yang membolehkan nikah mutah. Bukankah Anda yang menyatakan bahwasanya mut’ah itu jorok? Kenapa sekarang Anda malah membolehkannya? Kontradiktif.”
Emilia Renita malah menanggapi sebagai berikut, “Saya tidak pernah bilang mut’ah itu jorok. Saya ini Syiah yang tidak mungkin mengharamkan nikah mut’ah, karena itu ada dalil kuat untuk menghalalkannya. Tapi saya jelaskan, saya tidak melakukannya karena tidak semua yang halal dalam Al Qur’an harus kita lakukan. Nikah mutah adalah solusi buat para wanita menjaga iffahnya.”
Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry pun menanggapi, “Memang semua yang halal tidak harus dilakukan, akan tetapi nikah mut’ah dalam ajaran Syiah bukan hanya sekedar halal tapi “wajib”. Karena ada riwayat Syiah yang mengancam orang-orang yang tidak melakukan nikah mutah. Jadi Anda pun wajib melakukannya karena mut’ah bukan hanya sekedar halal tapi wajib karena ada ancaman bagi yang meninggalkan mut’ah. Salah satu ancaman dalam kitab Syiah bagi orang yang tidak melakukan nikah mut’ah:
مَنْ خَرَجَ مِنَ الدُّنْيَا وَلَمْ يَتَمَتَّعْ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَهُوَ أَجْدَعُ
“Barang siapa yang keluar dari dunia (wafat) dan dia tidak nikah mut’ah maka dia datang pada hari kiamat sedangkan kemaluannya terpotong.” (Tafsir Manhaj Ash Shadiqin 2/489)
Kemarin Anda menyatakan yang nikah mut’ah adalah orang yang tidak menjaga iffah. Sekarang Anda malah menyatakan bahwasanya nikah mut’ah adalah jalan untuk menjaga iffah. Sungguh perkataan yang aneh alias kontradiktif.”
Mendapat penjelasan itu, Emilia Renita menerangkan maksud perkataannya, “Sebagai istri tentu saya tidak bisa nikah mut’ah dan ya, buat saya nikah mut’ah itu haram karena saya istri orang. Sebagaimana daging kambing juga haram buat orang yang sakit darah tinggi, dan lain-lain, misalnya.”
Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry menjelaskan, ulama Syiah sepakat akan kebolehan nikah mut’ah bagi seorang wanita yang sudah nikah alias sudah punya suami.
Disebutkan dalam kitab Syiah, Fatawa 12/432:
يجوز للمتزوجة ان تتمتع من غير أذن زوجها ، وفي حال كان بأذن زوجها فأن نسبة الأجر أقل ، شرط وجوب النية انه خالصاً لوجه الله
“Diperbolehkan bagi seorang istri untuk bermut’ah (kawin kontrak dengan lelaki lain) tanpa izin dari suaminya, dan jika mut’ah dengan izin suaminya maka pahala yang akan didapatkan akan lebih sedikit, dengan syarat wajibnya niat bahwasanya ikhlas untuk wajah Allah.”
“Jadi, adanya Jalaluddin (Rakhmat-red) atau tidak adanya Jalaluddin, itu bukanlah masalah bagi Anda untuk nikah mut’ah lagi menurut ajaran Syiah. Akan tetapi menagapa Anda malah berpegang teguh tidak mau mut’ah sedangkan ada ancamannya?” tambahnya men-skak-mat Emilia Renita AZ hingga tak berkutik. AAMIIN.

SYIRIK DAN DOSA-DOSA BESAR

بسم الله الرحمن الوحيم
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: "أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ" قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: "أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ" قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: "أَنْ تُزَانِيَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ"." مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Ibnu Mas‘ūd radhiyallāhu 'anhu beliau berkata: Aku bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wasallam: “Dosa apa yang paling besar (parah)?” Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: “Yaitu engkau menjadikan sekutu (tandingan) bagi Allāh Subhānahu wa-Ta’āla padahal Dia yang menciptakanmu.” (yaitu dosa kesyirikan). Aku berkata: “Kemudian apa?” Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: “Jika engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu.” Aku berkata: “Kemudian apa setelah itu, wahai Rasūlullāh?” Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: “Engkau berzina dengan isteri tetanggamu.” 
(Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Imān Bukhāri dan Muslim).

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa-Ta’āla,
Hadits ini menjelaskan tentang "TIGA DOSA YANG PALING BESAR YANG MEMBINASAKAN".
• PERTAMA •
Engkau mengambil tandingan bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Dan merupakan syirik akbar (besar), padahal Allāh Subhānahu wa-Ta’āla yang menciptakan engkau.
Sebagaimana hanya Allāh Subhānahu wa-Ta’āla yang menciptakan engkau, menciptakan alam semesta, maka Dialah Yang Maha Esa, satu-satunya yang hendaknya diibadahi.
Maka, sungguh tidak logis jika engkau diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa-Ta’āla tetapi kemudian engkau ikut menyembah selain Allāh Subhānahu wa-Ta’āla, maka inilah Syirik Akbar.
Dan syirik akbar dikatakan merupakan dosa yang paling besar karena dia mendatangkan berbagai macam kebinasaan, yaitu:
■ Musibah Pertama
Orang yang melakukan syirik akbar maka SELURUH AMALAN yang dia kerjakan selama ini akan GUGUR.

Sebagaimana Allāh Subhānahu wa-Ta’āla berfirman:
لَٮِٕنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِينَ
"Jika engkau (wahai Muhammad) berbuat kesyirikan, maka akan gugur seluruh amalanmu dan engkau benar-benar akan termasuk orang yang merugi." (Az-Zumār 65)
Firman Allāh ini khitab (pembicaraan)nya ditujukan kepada Nabi shallallāhu 'alayhi wasallam, demikian juga dikatakan kepada seluruh Nabi.
Kata Allāh Subhānahu wa-Ta’āla:
وَلَوۡ أَشۡرَكُواْ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
"Kalau mereka (yaitu para Nabi seluruhnya) berbuat kesyirikan, maka akan gugur seluruh amalan mereka." (QS. Al-An'ām: 88)
Apalagi yang selain para Nabi jika melakukan kesyirikan maka tanpa ragu seluruh amalannya akan terhapuskan.
Maka sungguh merugi jika seseorang yang telah beribadah, misalnya selama 60 tahun atau 50 tahun, beribadah dalam waktu yang lama, mungkin dia berhaji, umrah, bersedekah, berbakti kepada orang tua dan beribadah dengan berbagai macam modelnya.
Kemudian diakhir hayatnya dia terjerumus ke dalam kesyirikan, misalnya berdoa kepada selain Allāh atau menyembelih kepada selain Allāh, kemudian meninggal di atas kesyirikan tersebut, maka seluruh amalannya akan gugur, digugurkan oleh Allāh Subhānahu wa-Ta’āla, tidak bernilai sama sekali.
■ Musibah Kedua
Orang yang melakukan syirik akbar maka TIDAK akan DIAMPUNI dosa-dosanya.

Seseorang yang jika meninggal dunia dalam kondisi melakukan dosa, dosa besar misalnya, ada orang yang meninggal dalam kondisi mencuri atau sedang berzina tiba-tiba meninggal, wal iyyādzubillāh, orang ini masih ada kemungkinan untuk dimaafkan oleh Allāh Subhānahu wa-Ta’āla di akhirat. 
Kenapa? Karena dia tidak terjerumus dalam syirik akbar.

Berbeda kalau dia meninggal dalam kondisi syirik akbar (syirik besar), maka mustahil akan diampuni oleh Allāh Subhānahu wa-Ta’āla, karena Allāh yang menyatakan demikian.
Allāh mengatakan:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُ‌ۚ
"Sesungguhnya Allāh tidak akan mengampuni dosa kesyirikan, dan Allāh mengampuni dosa-dosa selain kesyirikan, bagi siapa yang dikehendaki-Nya."
(QS. An-Nisā: 48)

Kalau seandainya dosa syirik bisa diampuni, maka Abū Thālib (paman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam) yang berhak untuk diampuni.
Kenapa? Karena Abū Thālib di masa hidupnya sejak awal dakwah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam telah membela dakwah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam. Dia rela mati untuk membela keponakannya yaitu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sangat sayang kepada pamannya. Dan tatkala pamannya akan meninggal dunia Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menasehatinya dengan mengatakan:
"Wahai pamanku, ucapkanlah LĀ ILĀHA ILLALLĀH, kalimat yang aku akan bela engkau di akhirat kelak."
Akan tetapi pamannya enggan untuk mengucapkan LĀ ILĀHA ILLALLĀH, sehingga meninggal dalam kesyirikan.
Tatkala Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam ingin memohonkan ampunan bagi pamannya, maka ditegur oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla:
مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن يَسۡتَغۡفِرُواْ لِلۡمُشۡرِڪِينَ وَلَوۡ ڪَانُوٓاْ أُوْلِى قُرۡبَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّہُمۡ أَصۡحَـٰبُ ٱلۡجَحِيمِ
"Tidak pantas bagi Nabi dan juga tidak pantas bagi kaum mu'minin untuk memohonkan ampunan (kepada Allāh) bagi orang-orang musyrik, meskipun (orang-orang musyrik itu adalah) kaum kerabat, setelah jelas bagi mereka (bahwasanya orang-orang musyrik itu) adalah penghuni neraka Jahannam."
(QS. At-Taubah: 113)

Maka, jika Abū Thālib yang memiliki jasa begitu besar terhadap Islam tidak diampuni oleh Allāh Subhānahu say-Ta’āla, maka bagaimana lagi dengan selainnya?
Oleh karenanya, seorang yang meninggal dalam keadaan musyrik tidak ada kemungkinan untuk diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla di akhirat kelak.
Kenapa? Karena dia telah melakukan dosa yang sangat besar.
Dosa-dosa lain seperti zina, merampok, membunuh, durhaka kepada orang tua, itu semua berkaitan dengan hak hamba.
Berbeda dengan syirik, syirik adalah berkaitan dengan hak Allāh Subhānahu wa-Ta’āla. 
Seharusnya hanya Allāh yang diibadahi karena Allāh yang menciptakan dia. Selain beribadah kepada Allāh, dia juga beribadah kepada selain Allāh (beribadah kepada sesama makhluk).

Maka ini merupakan dosa yang paling besar dan tidak diampuni olah Allāh Subhānahu wa-Ta’āla.
Kemudian musibah yang berikutnya,
■ Musibah Ketiga
Orang yang meninggal dalam kondisi syirik akbar, MUSTAHIL akan masuk kedalam surga. Dia akan KEKAL dalam neraka Jahannam selama-lamanya.
Kata Allāh Subhānahu wa-Ta’āla:
إِنَّهُ ۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَٮٰهُ ٱلنَّارُ‌ۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ
"Sesungguhnya orang yang berbuat kesyirikan, maka pasti Allāh mengharamkan baginya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka jahannam, tidaklah ada bagi orang-orang zhālim itu seorang penolongpun."
(QS. Al-Maidah: 72)

Oleh karenanya orang musyrik tidak akan masuk surga KECUALI kalau onta bisa dimasukkan ke dalam lubang jarum.
Kata Allāh Subhānahu wa-Ta’āla:
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡہَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَٲبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِى سَمِّ ٱلۡخِيَاطِ‌ۚ
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan sombong terhadap ayat-ayat Kami, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk ke dalam surga, sampai unta (yang begitu besar) bisa dimasukkan ke dalam lobang jarum."
(QS. Al-A’rāf: 40)

Ini merupakan kemustahilan, maka seorang yang meninggal dalam syirik akbar tidak akan diampuni oleh Allāh, seluruh pahalanya sia-sia dan tidak akan dimasukkan ke dalam surga.
WALLAAHU A'LAM

Semoga Allāh melindungi kita dari dosa-dosa kesyirikan.
__________________________

Gerakan Anti Syiah Indonesia ---- MUHASABAH ----




" Musuh-musuh Islam tidak akan Takut lagi pada ISLAM "
.
Karena Umat Islam telah terjangkiti penyakit : " AL-WAHN "
.

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
.
Dari Tsauban, ia berkata bahwa ;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;
.
“Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat,) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. 
.
Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit..?” 
.
Rasulullah berkata, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. 
.
Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” 
.
Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.”
.
(HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud , juga imam Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud No. 3745).
.
Cinta Dunia & Takut Mati !
.
Mereka bahkan enggan lagi berda'wah membela Agama mereka sendiri. Atau Bahkan enggan BERJIHAD di Jalan ALLAH.
.
Ummat telah banyak yang melupakan Allah. Mereka terjebak dalam kenikmatan duniawi yang sementara. Mereka berbuat semaunya seolah surga dan neraka itu tak ada. Telah banyak diantara kita yang meninggalkan shalat fardhu sebagai tanda tak rindunya kita dengan Allah. Kalau pun kita shalat, kita shalat tanpa tahu ilmunya dengan baik dan benar. Kalau pun tahu ilmunya, hati dan fikirannya belum bisa benar dalam mendirikan sholat. Tetapi yang sangat perlu diperhatikan adalah mereka yang telah meninggalkan shalat fardhu. Apakah mereka tidak rindu untuk berjumpa dengan Allah..?
.
Sebagian ummat Islam telah terjangkit dengan penyakit ‘hubbud dunya’, terlalu mencintai kehidupan duniawi. Mereka begitu bernafsu terhadap kehidupan dunia ini sehingga mereka lupa akan kematian, dan mereka tidak mau mengingat kematian, serta sangat takut terhadap mati. Mereka takut mati, selain karena amal mereka, juga lebih-lebih dikarenakan mereka tidak mau meninggalkan dunia yang sangat mereka cintai ini. Mereka mencintai dunia ini hingga malas beramal yang mendekatkan diri mereka kepada Allah. Mereka mencintai dunia ini hingga melupakan Allah, tidak merindukan-Nya, tidak pula mengharapkan pertemuan dengan-Nya. Kasihan, walau mereka sangat mencintai dunia ini, tetapi tetap saja, mereka pasti menemui kematian.
.
PELAJARAN BERHARGA : Kekalahan Islam di Spanyol !
.
Bagi kaum muslimin, negeri Andalusia (Spanyol) adalah sepenggal kenangan yang selalu hinggap dalam ingatan. Kenangan tentang betapa kaum muslimin dan risalah Islam yang dibawanya, pernah menguasai sebuah wilayah di benua Eropa selama kurang lebih 800 tahun atau 8 abad lamanya. Sebuah rentang waktu yang cukup lama, dan meninggalkan kesan yang cukup mendalam.
.
Andalusia, negeri indah dan eksotis, tunduk dalam pemerintahan Islam dari tahun 92 H/711 M hingga tahun 797 H/1492 M. Kekhilafahan Islam dan dinasti-dinasti kaum muslimin, berhasil mengubah wilayah di daratan Eropa itu menjadi simbol kegemilangan peradaban dan kekuatan kaum muslimin. Umat Islam mengisinya dengan tinta emas kejayaan dan keunggulan peradabannya. Ketika wilayah Andalusia, yang saat ini terletak di Spanyol dan sebagian kecil Portugal berada di bawah kekuasaan kaum muslimin, jejak-jejak kecermelangan peradaban mereka menjadi rujukan bangsa-bangsa Eropa.
.
Bangunan-bangunan dengan estetika dan kemegahan tegak berdiri. Ilmu pengetahuan dan penelitian berkembang pesat. Para sejarawan yang meneliti negeri Andalusia banyak menceritakan bagaimana umat Islam yang bercokol di wilayah itu berhasil memberikan sumbangsih bagi peradaban dan ilmu pengetahuan ke segala penjuru Eropa.
.
Jika hari ini kita mengenal kota-kota indah seperti Barcelona, Madrid, Valencia, Sevilla, Granada, Malaga, Cordova, dan sebagainya yang hari ini tersohor di sebagai basis klub-klub sepak bola ternama serta menjadi tujuan wisata dunia, maka ketahuilah bahwa pada masa lalu kota-kota tersebut dihuni oleh kaum muslimin, dan berada di bawah pemerintahan Islam.
.
Namun kejayaan selama kurang lebih delapan abad lamanya, harus berakhir dengan kenangan yang memilukan, ketika Kerajaan Granada yang dipimpin oleh Abu Abdillah Muhammad Ash-Shagir dari Bani Al-Ahmar, berhasil ditaklukkan oleh aliansi kerajaan- Kristen di Andalusia. Granada jatuh ke tangan Kristen pada 1492 M, diirungi dengan derail airmata sang penguasa muslim.
.
Sambil memandang Istana Al-Hambra yang megah dari atas bukit, Abu Abdillah bin Muhammad sang penguasa Granada, berlinang air mata. Sang ibu, Aisyah Al-Hurrah, yang berdiri di sampingnya, mengatakan, “Kini kau menangis seperti seorang perempuan, padahal kau tak pernah melakukan perlawanan sebagaimana seorang lelaki sejati…”
.
Apa yang menjadi penyebab runtuhnya kekuasaan Islam di Andalusia?
.
Sejawaran Mesir Dr. Raghib As-Sirjani dalam bukunya berjudul “Qishah Al-Andalus” (Kisah Andalusia) menjelaskan setidaknya ada tiga faktor penting yang menyebabkan kejayaan Islam di negeri Andalusia runtuh dan hanya menyisakan kenangan yang pahit dan kepedihan. Ketiga faktor tersebut adalah: (1). Gaya hidup yang mewah dan glamour dari para pemimpin Islam. (2) Sibuk dengan urusan dunia dan meninggalkan semangat jihad. (3). Merebaknya berbagai kemaksiatan dan kemungkaran yang dibiarkan.
.
Terkait dengan sikap hidup bermewah-mewahan dan godaan duniawi pada masa kekuasaan Islam di Andalusia itu, Dr. Raghib As-Sirjani mengatakan,”Ini merupakan faktor yang amat penting, yakni godaan duniawi terhadap pemeritahan Muwahidun dengan banyaknya harta yang mereka miliki. Inilah yang kemudian mendorong mereka bergaya hidup mewah, berfoya-foya, dan saling berseteru memperebutkan kekuasaan..”
.
Dr.Raghib As-Sirjani melanjutkan,”Tenggelam dalam kemewahan, cenderung pada kesenangan nafsu duniawi, dan bergelimang dalam kenikmatan-kenikmatan sementara. Inilah faktor utama yang mengantarkan kekuasaan Islam pada akhir yang sangat menyakitkan. Masa-masa keterpurukan dan kejatuhan sering terkait dengan banyaknya harta, tenggelam dalam kesenangan-kesenangan, rusaknya generasi muda, dan peyimpangan besar pada tujuan…”
.
Mereka yang bergelimang dalam kehidupan yang gemerlap dan terjerembab dengan gaya hidup yang mewah, hatinya akan mudah dilalaikan dari mengingat Allah, semangat juangnya akan semakin melemah, dan jiwanya menjadi pengecut. Karena itu, ahli hikmah mengatakan, “Keberanian tidak akan didapati pada orang yang mencintai dunia!”
.
Dunia memang melalaikan dan membuat para pemujanya menjadi alpa. Harga diri dan gengsi diukur dengan penampilan yang parlente dan dandy, banyaknya uang, barang-barang yang mewah, dan harta yang berharga. Sehingga jika semua itu tak ada, maka orang yang mencintai dunia merasa hidupnya tak berharga dan bergengsi. Harga dirinya tak melambung tinggi, dan lobi-lobi kekuasaanya tak dihargai. Identitas Islam yang seharunya menjadi ‘pakaian’ yang menutup rapat tubuhnya berganti menjadi benda-benda yang melambangkan kemewahan. Penyakit al-wahn; Cinta dunia dan benci mati (hubbud dunya wa karahiyatul maut) menjadi penyakit ganas yang bisa melumpuhkan kekuatan umat Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan dalam berbagai firman-Nya,
.
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS.Al-Israa”: 16)
.
“Dan janganlah kamu tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan di dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.” (QS.Thaha: 131)
.
“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia.” (Al-Kahfi: 28)
.
“Mereka mengambil harta benda dunia yang rendah ini dan berkata, “Kami akan diberi ampun.” (QS.Al-A’raf: 169)
.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun telah mengingatkan, bahwa bergelimangnya harta dan bermewah-mewahan dalam hidup adalah sumber bagi kelalaian. Beliau yang mulia, sosok yang hidup dalam kesederhanaan dan kebersahajaan mengatakan,
.
“Maka demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan dari kalian. Tetapi yang aku takutkan adalah jika dunia dibentangkan untuk kalian, sebagaimana telah dibentangkan atas orang-orang sebelum kalian. Lalu kalian pun berlomba-lomba mengejarnya, sebagaimana orang-orang sebelum kalian mengejarnya. Hingga akhirnya, (harta itu) membinasakan kalian seperti ia telah membinasakan mereka.” --. (HR. Bukhari dan Muslim).
.
“Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Apabila kalian telah berjual beli dengan cara ‘inah , dan kalian telah mulai mengambil ekor-ekor sapi (kiasan bagi mereka yang sibuk dengan urusan dunia), lalu kalian telah ridha dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian yang tidak akan dicabutnya hingga kalian kembali kepada agama kalian.” --. (HR. Abu Dawud, 2462. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah)
.
“Sesungguhnya hal yang paling aku khawatirkan pada kalian sepeninggalku adalah apa yang akan dibukakan untuk kalian dari keindahan dan perhiasan dunia.” --. (HR. Al-Bukhari).
.
Demikianlah, kemewahan dunia bisa membuai dan menjerumuskan manusia pada kelalaian, kelemahan dan kehancuran. Bahkan para sahabat pun pernah diuji dengan gelimangnya harta saat terjadi Perang Uhud, dimana pasukan pemanah yang harusnya bertahan, turun ke bawah memperebutkan harta ghanimah. Ketika mereka sibuk dengan harta tersebut, pasukan musuh menghabisi mereka secara membabi buta. Allah mengingatkan peristiwa ini dalam firman-Nya, “Diantara kalian ada yang menginginkan dunia, dan diantara kalian ada yang menginginkan akhirat…” --(QS.Ali Imran:152)
.
Runtuhnya Andalusia menjadi pelajaran penting, bahwa kekuasaan sehebat apapun, jika ia terjerumus dalam gemerlap kemewahan dunia yang melalaikan, akan berakhir dengan keruntuhan. Jika 800 tahun lamanya kekuasaan Islam di Andalusia bisa runtuh dan beralih menjadi imperium Kristen, maka bagaimana dengan Indonesia..? 
Maka Berhati-hatilah…!
.
Wallahu A'lam... Wallahu Al-Musta'an
.
Washallallahu 'ala Nabiyina Muhammad, 
wa'ala alihi washahbihi ajmain.
Subhanaka allahumma wabihamdika 
Asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika WalhamdulillahiRabbil'Alamin

RENUNGAN BAGI YANG RIDHA ANAKNYA SEKOLAH DI SEKOLAH SEKULER


Coba tanyakan kepada lulusan SMA atau Sarjana :
Mau jadi apa kamu nanti atau apa cita2mu?
Jawaban yang akan kamu dengar mayoritas adalah: PNS, TNI, POLRI, dan lainnya! kenapa?
Kenapa tidak ada jawaban pasti:
“Nanti saya mau jadi Anshorulloh” (Penolong agama Alloh) atau Mujahid atau Muqotil (Petempur)? ya…karena lembaga pendidikan Thaghut telah berhasil memurtadkan anak2 kita, buah hati kita, secara masif melalui kurikulum mereka!
Orang tua kita sadar atau tidak justru menceburkan anak2 kita ke lembaga2 pemurtadan berkedok pendidikan tersebut hanya karena iming2 gaji recehan. Tapi anehnya di rumah, anak2 itu diajarkan solat ngaji puasa dll tapi justru dititipkan ke lembaga pendidikan yang didalamnya kental pemurtadan. Firaun Zaman Nabi Musa As membunuh anak2 laki2 Bani Israel karena takut jika besar mereka akan mengkudeta kekuasaan Firaun (albaqarah 49). Tapi justru perbuatan Firaun itu menguntungkan anak2 yg dibunuh karena masuk surga. Firaun Zaman sekarang lebih sistematis dan sadis, yang dibunuh adalah fitrah Tauhid melalui pendidikan kemusyrikan seperti PPKN, Teori Darwin, dll yang harus dibenarkan oleh semua murid jika mau lulus. Baru setelah anak2 itu lulus, namun Tauhidnya masih hidup lalu berjuang menegakkan syariat barulah jadi bagian densus (detasemen yesus) untuk menghabisinya.
Jadi, lebih dahsyat Firaun dulu atau sekarang? kini medan “kerja” Anshorulloh kian lapang dengan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyyah di bumi Iraq dan Syam. Segera bergegaslah untuk “melamar” sebelum ditutup supaya kalian diterima sebagai “pegawai” resmi Khilafah, disamping mendapatkan “gaji” juga “pahala” (isy kariiman au mut syahiidan). (attaubah 52).
Walhamdulillah..

Mengapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing



NABI Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).
Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
Keistimewaan Kucing
Fakta Ilmiah 1 :
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.
Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.
Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.
Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
Hasil yang didapatkan adalah:
1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
Laporkan iklan?
5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

6. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.
Komentar Para Dokter Peneliti
• Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
• Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
• Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
• Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
• Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
• Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
• Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
• Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.
Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.
Fakta Ilmiah Tambahan :
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,
“Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.
Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya.WALLAAHU A'LAM
(ISLAMPOS)

Kunci Kunci Pembuka Rezeki ¤

Sahabat, taukah kita sesungguhnya hanya Allah SWT lah yang dapat melapangkan rezeki dan menyempitkan rezeki seperti dalam firman Allah SWT Q.S Azzumar : 52
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman. (Q.S Azzumar : 52)
Ulama ahli tafsir imam ibnu katsir menjelaskan bahwa dahulu orang orang musrik tidak tahu bahwa sesungguhnya Allah SWT yang melapangkan dan menyempitkan rezeki seorang hamba.
Kemudian ibnu katsir mengomentari ayat Q.S Azzumar : 52 bahwa sesungguhnya Allah SWT yang melapangkan dan menyempitkan rezeki seorang hamba, maka sudah sepatutnya bagi seorang mukmin menyakini bahwa Allah SWT lah yang mampu melapangkan dan menyempitkan rezeki seorang hamba. Dan tidak ada Dzat lain yang bisa menghalangi jika hamba-nya mendapatkan kelapangan rezeki. Itu mutlak hanya Allah Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatuyang Ia kehendaki.
Oleh karenanya, rezeki itu adalah perkara yang Ghaib, yang tidak satu pun makhluk di muka bumi ini dapat memastikan bahwa pagi atau sore nanti adalah rezekinya. Tidak ada yang sanggup memastikannya. Karenanya rezeki itu memerlukan kunci kunci pembuka rezeki.
BerikutKunci Kunci Pembuka Rezeki
***********************************
PERTAMA: Menunaikan hak hak Allah SWT. Maksudnya adalah jika kita selalu menunaikan hak hak Allah maka Allah pun akan mebukakanpintu rezekinya. Sebagaimana Allah Berfirman :
" Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya ".( Q.S Al-A’raf : 96)
Dari ayat ini para ulama menjelaskan bahwa ibadah dan senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah SWTsesungguhnya merupakan kunci yang mendatangkan rezeki dari Allah SWT.
Selain kita melakukan usaha, ikhtiar dan doa saat berusaha mengais rezeki, itu juga merupakan kunci pembuka rezeki. Karena pada intinya rezeki itu adalah adanya keberkahan walau sedikit tapi berkah jikalau banyak maka bisa berbagi untuk orang lain.
KEDUA, berbuat baik kepada orng yang lemah.
Nabi bersabda, “umat ini akan di tolong lewat perantara orang orang lemah, dikarenakan doa, shalat dan keikhlasan mereka”. (HR. Bukhari)
Menolong dan meringankan beban mereka yang lemah, membantu orang yang kesusuahan, yatim piatu, orang miskin. Bisa jadi Allah membukakan untuk kita pintu pintu rahmat karunia dan kebaikan yang sebelumnya tertutup, kemudian terbuka karena doa dari mereka. Subhanallah.
KETIGA, Istighfar
Manusia tidak lepas dari kesalahan dan dosa, di sebabkan sifat lupa, lalai, mengikuti hawa nafsu, godaan setan dan sebagainya. Maka dengan cara istighfar meminta ampunan agar dosa kita dihapuskan.
Imam Al-Qurthubi berkata menerangkan dalam ayat S. Hud : 3. “hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.” Adalah dalil yang menunjukan bahwa istighfar merupakan sarana diturunkanya rezeki dan hujan. 
Pada akhir ini perlu di ingat oleh kita adalah sesungguhnya rezeki itu bukan hanya sebatas harta saja, tetapi amat luas seperti kesehatan, anak anak, teman teman yang mencintai kita, istri yang shalehah dan banyak lagi yang lainya. Itu merupakan rezeki yang perlu kita syukuri. Wallahu A’lam