Jumat, 09 Oktober 2015

NEGERI SURIAH DALAM CENGKRAMAN KAUM KAFIR, BERSATULAH KAUM MUSLIMIN


Kaum muslimin yang berbahagia, Ada sebuah negeri bernama Syam. Tentang negeri itu, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan tentang keutamaannya:
“Pergilah ke Syam, karena ia adalah bumi pilihan Allah, Dia memilih hamba-hamba terbaikNya untuk ke sana. Jika kalian tidak mau, maka pergilah ke Yaman kalian dan minumlah dari telaga-telaga kalian. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban dan al-Hakim. Dishahihkan oleh al-Albani).
Kemudian dalam kesempatan lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
“Beruntunglah Syam!” Sahabat bertanya: “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Lalu beliau menjawab: “Karena sungguh malaikat Allah membentangkan sayap-sayapnya kepada negeri itu.” (Lihat Shahih al-Tirmidzi, 3/254)
Bahkan secara spesifik, Nabi kita yang tercinta itu mendoakan negeri Syam dengan doa yang luar biasa. Beliau mengatakan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا، وَفِي يَمَنِنَا. رواه البخاري
“Ya Allah, berkahilah untuk kami pada negeri Syam kami dan pada negeri Yaman kami.” (HR. Al-Bukhari)
Kaum muslimin yang berbahagia! Lalu mengapa hari ini tiba-tiba kita berbicara tentang Suriah? Karena Suriah adalah bagian dari negeri Syam. Inilah negeri yang dibuka pertama kali oleh Khalifah Umar bin Khattab. Tidak sedikit sahabat Nabi dan orang-orang shaleh yang berhijrah ke sana, karena keutamaan-keutamaan yang telah disebutkan sebelumnya. Dari negeri yang penuh berkah ini lahir ulama-ulama Islam besar, seperti Imam Nawawi, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dan Ibnu Katsir.
Dan hari ini, Suriah adalah negara dengan penduduk mayoritas Ahlussunnah wal jamaah, namun diperintah dan dipimpin oleh Basyar al-Asad, presiden yang berasal dari kelompok minoritas bernama Nushairiyyah atau Isma’iliyah. Tentang kelompok ini, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan:
أكفر من اليهود والنصارى ، بل وأكفر من كثير من المشركين ، وضررهم أعظم من ضرر الكفار المحاربين مثل التتار
“...Jauh lebih kufur daripada Yahudi dan Nasrani. Bahkan lebih kufur dari kebanyakan kaum musyrikin, dan bahaya mereka jauh lebih besar dari bahaya kaum kafir yang memerangi Islam, seperti bangsa Tartar...”
Kelompok ini merupakan salah satu sekte penting dalam aliran Syiah, selain kelompok Syiah Rafidhah yang telah merambah Indonesia dengan mengatasnamakan Ahlul Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kelompok Nushairiyyah ini mulai muncul pada abad ke 3 H. Salah satu keyakinan penting mereka adalah meyakini bahwa ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu adalah tuhan. Tetapi tidak cukup itu saja -jamaah sekalian-, Basyar al-Asad yang berkuasa di Suriah itu tidak sekedar berpaham Nushairiyyah, namun juga seorang komunis-sosialis.
Karena itu, tidak mengherankan jika Rusia dan Cina mendukung kekejamannya dengan memveto rancangan keputusan PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada Basyar al-Asad. Dan hebatnya, tindakan Rusia dan Cina itu mendapatkan pujian dari Iran.
Jadi mengapa hari ini tiba-tiba kita berbicara tentang Suriah?
Karena sejak rakyat Suriah menuntut turunnya Basyar al-Asad hingga saat ini saja sekurang-kurangnya lebih dari 8343 saudara kita di sana telah gugur sebagai syuhada’ –insya Allah- di tangan manusia keji bernama Basyar al-Asad. Secara terperinci sebagai berikut:
Korban anak-anak: 590 orang. Korban wanita: 442 orang. Korban yang tewas setelah penyiksaan hebat: 336 orang. Korban dari kalangan militer yang deserse dan mendukung kaum muslimin: 644 orang.
Mereka gugur sebagai martir perjuangan untuk menjatuhkan pemerintahan yang telah sekian lama menzhalimi mereka. Rezim biadab ini selama bertahun-tahun lamanya melakukan penindasan, menculik para pemuda, merampas kehormatan para muslimah dan membumihanguskan tempat tinggal mereka.
Salah seorang petinggi militer bahkan mengatakan:
“Kalian tidak usah berharap anak-anak kalian dapat kembali lagi berkumpul dengan kalian! Jika kalian ingin punya anak, buatlah bersama istri-istri kalian! Tapi jika kalian tidak mampu, bawa saja istri-istri kalian kepada kami supaya mereka bisa melahirkan anak lagi!”
Bahkan wanita muslimah di sana berpesan kepada kita semua:
“Jika kalian tidak mampu mengirimkan bantuan untuk menyelamatkan kami, maka kirimkan saja pil-pil anti hamil kepada kami agar kami tidak perlu mengandung anak dari manusia-manusia keji itu!!”
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Belum lagi dengan korban yang terluka. Banyak korban terluka yang tidak mungkin dibawa ke rumah sakit, sehingga mereka harus membuat rumah sakit rahasia untuk mengobati korban luka dengan perlengkapan medis seadanya. Mengapa? Karena para tentara Basyar al-Asad tidak pernah ragu untuk menyeret korban terluka itu keluar dari rumah sakit, atau bahkan langsung membunuhnya di ranjang jika dianggap mendukung revolusi penggulingannya. Bahkan seorang dokter mengatakan bahwa para dokter yang mengobati korban luka itupun terancam nyawanya oleh militer keji itu.
Kaum muslimin yang berbahagia! Hari ini, kaum muslimin di Suriah menjadi manusia yang terusir di negerinya sendiri. Di sebuah kota bernama Himsh, 4 sampai 5 keluarga harus berbagi pengungsian dalam 1 rumah pasca bombardir yang dilakukan pasukan al-Asad terhadap kota itu. Untuk sekedar merebahkan badan, mereka harus bergantian tidur di siang dan malam hari karena tidak ada tempat yang cukup untuk itu.
Mereka kekurangan air. Dan untuk itu mereka hanya mengandalkan air hujan yang turun. Dan dengan mata kepala mereka sendiri, mereka harus menyaksikan kerabat mereka mati perlahan-lahan karena kekurangan obat.
Mereka menderita kelaparan. Mereka ketakutan. Seorang dari mereka mengatakan: “Kami hanya bisa memandangi korban terluka menjemput kematiannya. Yang bisa kami lakukan hanyalah mencoba menutupi luka itu dengan kain seadanya, dan selanjutnya hanya bisa melihat mereka pelan-pelan menjemput kematiannya.”
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Tidak hanya itu yang dilakukan oleh tentara-tentara terkutuk itu. Mereka juga memaksa rakyat Suriah untuk sujud di atas gambar Sang Presiden bengis itu. Yah, kita semua tahu bahwa kita tidak dibenarkan sujud kecuali kepada Allah Azza wa Jalla. Bahkan yang lebih hebat dari itu, para tentara itu memaksa dan menyiksa para pemuda untuk mengucapkan:
“La ilaha illah Basysyar!” alias “Tidak ada tuhan selain Basyar”! La haula wa la quwwata illa billah!
Sungguh sebuah kekejian dan kebejatan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Jamaah sekalian! Kita tidak tahu sandiwara apa yang sedang dimainkan di Suriah. Rusia dan Cina menggunakan hak vetonya di PBB, lalu Iran memuji sikap itu. Bahkan beberapa kapal perang Iran telah merapat di pelabuhan Suriah. Iran –sebagaimana juga Amerika- yang beberapa waktu lalu berkoar-koar mendukung revolusi rakyat di Libia, Mesir dan Yaman; mengapa hari ini mereka justru mendukung Basyar al-Asad, presiden yang membantai rakyatnya sendiri?
Entahlah. Tapi yang pasti, pemerintah Suriah yang katanya menentang Israel tapi tidak punya senjata untuk menghantamnya, hari ini ternyata punya begitu banyak senjata untuk membantai rakyatnya sendiri yang mayoritas Ahlussunnah!
Sama seperti Iran, yang berkoar-koar ingin menghancurkan Israel dan Amerika sejak belasan tahun lalu, namun hingga kini tak satupun omong besar itu terbukti. Tapi anehnya, mereka mampu membombardir kaum muslimin di Iraq dan Yaman.
Sebagaimana kita juga bertanya-tanya: mengapa media-media cetak dan elektronik di Indonesia tidak terlalu tertarik mengangkat isu ini, seperti semangat mereka dulu menayangkan dan memberitakan revolusi Libia dan Mesir?
Entahlah. Tapi tragedi Suriah akan menyingkap begitu banyak rahasia yang selama ini tersembunyi, insya Allah!
Allah pasti akan menolong saudara-saudara kita di Suriah. Perlawanan terhadap rezim yang zhalim itu terus terjadi di sana dan menunjukkan hasil yang menggembirakan, insya Allah. Sebab jika malam semakin gelap, pertanda tidak lama lagi sinar mentari akan hadir menerangi bumi.
Jika kezhaliman telah mencapai titik kulminasinya, maka itu pertanda ia tidak lama lagi akan hancur. Begitulah Sunnatullah. Fir’aun, nenek moyang para penguasa zhalim, telah menunjukkan itu, bahkan diabadikan di dalam al-Qur’an.
Namun pertanyaannya adalah: jika kelak Allah bertanya kepada kita: “Apa yang telah engkau lakukan untuk mereka?”, bagaimanakah kita akan menjawabnya, hadirin sekalian?
Setidaknya panjatkanlah sebaris doa untuk mereka.
Kaum muslimin yang berbahagia! Tragedi Suriah yang pasti mengajarkan kepada kita bahwa umat Tauhid ini tidak akan mati. Benih yang ditanam oleh Rasulullah akan selalu hidup, menebarkan aroma dan pesonanya, menegaskan aqidah dan keyakinannya bahwa: La ilaha illallah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah.
Hari ini, saudara-saudara kita di Suriah dalam tuntutannya selalu meneriakkan: “Kami tidak akan ruku’ kecuali pada Allah!”
“Kami kufur kepada Rusia, Cina dan Iran, tapi kami beriman kepada Allah Rabbul ‘alamin!” Sekali lagi, doakanlah saudara-saudara kita kaum muslimin di sana, di bumi yang penuh berkah, Syam..
WALLAAHU A'LAM

Apa itu SEKTE SYI'AH IMAMIYAH ITSNA ASYARIYAH (Syi'ah 12 Imam) ?


Ajaran 12 Imam ini-lah yang Di-Impor Dari IRAN ke Indonesia !
.
Sedangkan Tokoh Pencetus Syi'ah yang pertama kali saja ; adalah Seorang : YAHUDI MUNAFIK, yaitu : Abdullah Bin Saba.
.
Ajaran Abdullah bin Saba jelas SESAT dan KAFIR. 
Di antara ajaran Ibnu Saba yang penuh dusta lagi menyimpang tersebut adalah :
.
- Ibnu Saba mengatakan bahwa Ali telah mendapat Wasiat sebagai pengganti Nabi.
- Ibnu Saba mengatakan bahwa Ali tidak mati. namun Ali akan hidup kembali dan membalaskan dendam terhadap musuh-musuhnya. 
- Ibnu Saba mengatakan bahwa Ali adalah Tuhan.
- Ibnu Saba mengatakan bahwa Ali dan Anak cucunya adalah Para Imam , yang di akui sebagai Pemimpin oleh kelompok Syi'ah.
- Ibnu saba Menganggap para Sahabat telah murtad & kafir setelah nabi Wafat.
- Ibnu Saba tidak mengakui Al-Qur'an & Sunnah Nabi.
- Ibnu Saba menolak semua Khalifah setelah nabi wafat, kecuali Khalifah Ali.
- Ibnu Saba mengajarkan untuk mencela dan mencaci-maki serta melaknat para Sahabat Nabi yang Mulia.
.
Inilah ajaran-ajaran Sesat dan Kafir dari si Yahudi Munafik, Ibnu Saba, yang ternyata telah memecah-belah Umat Islam ketika itu.
.
SILAHKAN di Hitung, .. Bahwa Nabi Shallallahu'Alaihi Wasallam wafat pada tahun 632 Masehi. 
.
Sedangkan Abdullah Bin Saba dengan ajaran Sesat-nya baru muncul pada masa Khalifah ke-3, yaitu di jaman Utsman bin Affan Radhiyallahu'Anhu, antara tahun 644 masehi - hingga tahun 655 Masehi.
.
Artinya di Jaman Nabi Shallallahu'Alaihi Wasallam masih hidup hingga beliau Wafat, ajaran Sesat SYI'AH belum ada !
Mak jelaslah bagi kita bahwa ajaran Syi'ah adalah ajaran Baru , termasuk BID'AH, dan Bid'ah itu SESAT. Sesuai pesan dalam Hadits Nabi Shallallahu'Alaihi Wasallam di-atas.
.
Dalam perjalanannya ajaran Ibnu Saba, yang oleh Ahli sejarah di sebut juga ajaran : SABAIYYAH ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, hingga mengalami Perpecahan di antara sesama pengikutnya / terpecah dalam beberapa Sekte.
.
Muncul juga Istilah RAFIDHAH, yang berarti ' Meninggalkan ' atau 'menolak'. hal ini di artikan juga kaum Syi'ah :
- Menolak Para Khalifah Khulafaur Rasyidin.
- Menolak ajaran Al-Qur'an & Sunnah
- Menolak mengakui Para Sahabat Nabi
- Menolak Kesepakatan dengan Umat Islam Ahlu Sunnah.
- Meninggalkan ajaran Islam yang HAQ (Al-Qur'an & Sunnah)
.
Istilah RAFIDHAH ini di-sematkan kepada para Pengikut Syi'ah ajaran EKSTREM. (Syi'ah Rafidhah)
.
Di antara sekte-sekte Syi'ah ini, adalah sebagai berikut :
.
1. Sekte Syi'ah Kaisaniyah
2. Sekte Syi'ah Zaidiyah
3. Sekte Syi'ah Ghulat
4. Sekte Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Syi'ah 12 Imam)
.
Saat ini Jumlah pengikut Syi'ah yang terbesar di Dunia adalah berasal dari Sekte Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Syi'ah 12 Imam). Sekte ini banyak di anut oleh sebagian besar penduduk Negara IRAK dan IRAN. dan ajaran dari Sekte inilah yang banyak di-Impor ke luar negeri, termasuk ke Indonesia...! (*Catatan : Jumlah Mahasiswa dan Pelajar Indonesia yang belajar ke negeri Iran telah mencapai Ribuan). Wal-Iyaadzubillah !
.
Ajaran Sekte Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Syi'ah 12 Imam) ini termasuk EKSTREM, sehingga tergolong dalam : RAFIDHAH. 
atau biasa di sebut : SYI'AH RAFIDHAH.
.
Di antara Ajaran Sesat mereka, adalah sebagai Berikut :
.
Percaya dan meyakini para Imam melebihi Nabi & TUHAN.
.
Mereka percaya bahwa ada 12 Orang Imam, yang merupakan anak-cucu keturunan Ali Bin Abi Thalib, sebagai para Pemimpin sekaligus Imam yang mereka puja dan sembah, yaitu :
.
1.Ali ibn Abi Talib
2.Hasan ibn Ali
3.Husain ibn Ali
4.Ali ibn Husain
5.Muhammad ibn Ali
6.Ja’far ibn Muhammad
7.Musa ibn Ja’far
8.Ali ibn Musa
9.Muhammad ibn Ali
10.Ali ibn Muhammad
11.Hasan ibn Ali
12.Muhammad bin al-Hasan al-Mahdi.
.
Menurut Keyakinan Sesat dan Kafir, yang tertulis dalam kitab-kitab Pendeta sekte Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah , yang menyatakan ;
.
* Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendakinya (al-Kulainî, kitab Ushûlul Kâfi, hlm. 259,)
.
* Ali bin Abî Thâlib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang zhahir dan yang batin sebagaimana termaktub dalam surat al-Hadîd [57]: 3: “Allah lah yang ada sebelum yang lain ada, yang tetap kekal setelah yang lain musnah, yang tampak ciptaan-Nya, dan yang tidak tampak Dzat-Nya.” (kitab Rijâlul Kashi hlm. 138).
Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah ‘Ali bin Abî Thâlib. 
.
* Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam bersifat maksum (bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat dosa). Allah menyuruh manusia untuk menaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya, dan mereka menjadi hujjah (argumentasi kebenaran) Allah atas langit dan bumi (kitab Ushûlul Kâfi hlm. 165)
.
* Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi, dan ditambah (kitab Ushûlul Kâfi hlm. 670 / kitab Fashlul Khithâb, hlm. 180) Artinya kaum Syi'ah tidak lagi mempercayai ke-Aslian Al-Qur'an yang saat ini di tangan umat islam Ahlu Sunnah. Menurut Syi’ah, al-Qur’an yang dibawa oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebenarnya ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (kitab Ushûlul Kâfi hlm. 671) 
.
* Syi'ah Menyatakan bahwa para Sahabat & Keluarga Nabi; Abû Bakar, ‘Umar, Utsman bin Affan, Muâwiyah, ‘Aisyah, Hafshah, Hindûn, dan Ummul Hakâm adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi; mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Barangsiapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya, dan imam-imam Syi’ah (kitab Haqqul Yâqîn hlm. 519 oleh Muhammad Baqîr al-Majlisî).
.
* Para imam Syi'ah mengetahui apa pun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal gaib sebagaimana yang Allah ketahui (kitab Ushûlul Kâfi hlm. 193).
.
* Syi'ah Menghalalkan Kawin mut’ah, yang sejenis dengan Zina dan Pelacuran (kitab Tafsîr Minhajush Shâdiqîn hlm. 356, oleh Mullah Fathullah Kasanî).
.
* Kaum Syi'ah boleh membunuh Umat Islam Ahlu Sunnah dan boleh merampas harta mereka. Karena Muslim Ahlu Sunnah itu adalah KAFIR dan Najis. Harta dan Darah mereka Halal . (Yusuf Al-Bahrani , Al-Hadaiq Al-Nadhirah " , Juz. 10 , Halaman 361)
.
Demikianlah yang kami tuliskan di atas , sebagian kecil dari ajaran SESAT dan KAFIR-nya Sekte Syi'ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Syi'ah 12 Imam) ini. 
.
Perlu di-Ingat bahwa ajaran inilah yang telah masuk ke Tanah Air kita , yang Di Impor dari IRAN dan IRAK. Di Indonesia tidak ada sekte lain pengikut Syi'ah, selain Sekte 12 Imam ini...!
.
Jika kita ingin mengulas lebih dalam lagi, maka akan sangat terbatas waktu dan ruang tulisannya pada FP ini. Kami hanya menuliskan Garis-garis besarnya saja. Semoga dapat di pahami dan di mengerti, sehingga menambah wawasan kita sekalian.
.
SYI'AH BUKAN ISLAM ...!
.
====================
.
Sumber-sumber referensi , 
Penelitian dari para Ahli Sejarah dan Alim Ulama Ahlu Sunnah terdahulu , dan juga termasuk dari kitab-kitab milik Syi'ah sendiri.
.
Kitab Tarikhul Imamah, hal : 158.
Kitab Tanhiqul Maqol, jilid I/17, dan Kitab Al-Mamaqani termasuk diantara kitab-kitab jarh dan ta’dil yang paling urgen di kalangan syi’ah.
.
Kitab Tarikh Dimasyq nomor 602, dalam terjemahan Abdullah bin Saba’, juga dalam Tahzib Tarikh Dimasyq oleh Ibnu Badran jilid V/428.
Kitab Majmul Bayan fi tafsiri Quran oleh Abu Ali Fadhli bin Hasan Ath-Thabrani dari ulama Syi’ah Imamiah pada abad ke VI jilid IV, hal 234, cetakan Al-Irfan, Sidon 1355 H./1937 M. dan tafsir Al-Qummi jilid II, hal 131 .
.
kitab Al-Badu wat Tarikh jilid V hal 129, cetakan 1916.
Kitab Al-Farqu bainal Firaq, hal : 234.
Kitab Maqalatul Islamiyyin, hal : 85.
.
Kitab Al-Adabul Hadist oleh Umar Dasuqi, jilid II/405-406, ia adalah Muhammad bin abdul Muthalib bin wasil dari Juhainah .
Kitab Tarikh Dimasyq, copy dari naskah manuskrip di lembaga manuskrip no : 302 Tarikh, biografi Abdullah bin Saba’, lihat juga Tahdzib Tarikh Ibnu Asakir jilid V hal : 430 .
Kitab arikh Dimasyq, manuskrip oelh Ibnu Asakir, lihat juga Tahdzib Tarikh Ibnu Asakir jilid VII/430-431.
Kitab Al-Maqalat wal Firaq oleh Sa’d bin Abdullah Al-Qummi tahun 301 H, hal : 21, cetakan : Teheran 1963 M. Tahqiq Dr. Muhammad Jawad Masykur.
.
Kitab Rijatul Kasyi, hal : 100, Yaysan A’lami Karbala dan Tanhiqul Maqol fi Ahwalir Rijal oleh Al-Mamaqani jilid II hal 183-184 cetakan Al-Muradhowiah 1350 H, dan Qanusur Rijal jilid V hal : 461 .
.
Kitab Al-Kasyi yang berjudul Ma’rifatun Naqihin ‘Ani aim Matish Shodiqin telah diteliti oleh Imam Syi’ah yang sangat terpercaya di kalangan mereka, yaitu Ath-Thusi yang mereka gelari Syaikhul-Thaifah (wafat tahun 460 H). 
.
Kitab Badzlul Majhud fi Itsbati Musyabahati Ar-Rafidhah Lil Yahud karya Abdullah Al-Jumaily Maktabah Al-ghuraba Al-Atsaiyyah Madinah Munawwarah cet. III Thn.1419H/1999M
Kitab Ali wa Banuhu, karya Dr Thaha Husain, dinukil dari kitab Ibnu Saba Haqiatun La Khayal, karya Dr Sa’di Al-Hasyimi.
.
Kitab At-Tasyayu Zhahiratun Thabi’iyyah fi Ithari Ad-Da’wah Al-Islamiyyah, hal. 18 dinukil dari kitab Ibnu Saba Haqiatun La Khayal, karya Dr Sa’di Al-Hasyimi.
Kitab Tarikhul Imamiyyah wa Aslafahim Minsy Syi’ah, hal.92-100.
.
Imam al-Asy’ari dalam kitab Maqalat al-Islamiyyin dan Ibnu Hazm dalam kitab al-Fashl fi al-Milal wa an-Nihal
WALLAAHU A'LAM

Cerita kecil utk hari ini


MEMBERI ITU INDAH
Seorang guru yg bijak tengah berjalan2 santai bersama salah seorang di antara murid2 nya di sebuah taman. 
Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yg sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg bekerja di sana, yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada gurunya sambil berujar:
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dg menyembunyikan sepatunya, kmdn kita bersembunyi dibelakang pepohonan? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan. Kita lihat bgmn dia kaget dan cemas!”
Guru yg alim dan bijak itu menjawab:
“Muridku, tidak pantas kita menghibur diri dg mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yg kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan utk dirinya. Sekarang coba kamu memasukkan bbrp lembar uang kertas ke dlm sepatunya, kmdn saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.
Sang murid sangat takjub dg usulan gurunya. Dia langsung berjalan dan memasukkan bbrp lembar uang ke dlm sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama gurunya sambil mengintip apa yg akan terjadi dg tukang kebun. 
Tak brp lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas2 kan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya yg ia tinggalkan sblm bekerja.
Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya. 
Saat ia keluarkan ternyata…....uang..! 
Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!
Dia memandangi uang itu berulang2, seolah ia tidak percaya dg penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.
Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dlm sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dg suara tinggi. Ia bicara kepada Allah :
“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha pengasih dan penyayang. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak2 ku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak2 ku dan istriku dari penderitaan...”
Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah. 
Sang murid sangat terharu dg pemandangan yg ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung. 
Ketika itu guru yg bijak tsb memasukkan pelajaran kepada muridnya :
“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dg menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”
Sang murid menjawab:
“Aku telah mendapatkan pelajaran yg tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna kalimat yg dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:
“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.
Sang guru melanjutkan pelajarannya. 
Dan ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam2 :
• Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam, adalah suatu pemberian.
• Mendo’akan temanmu dibelakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.
• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.
• Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adalah pemberian juga.
Ini semua adalah pemberian. Supaya kesempatan memberi tidak hanya dimonopoli oleh orang2 kaya saja.
*******
Saudaraku tercinta...
Marilah kita saling memberi, niscaya hidup ini menjadi indah...
WALLAAHU A'LAM

TANDA-TANDA KECIL KIAMAT

Oleh : Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil
5. MELIMPAHNYA HARTA DAN TIDAK DIBUTUHKANNYA SHADAQAH.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيْكُمُ الْمَالُ، فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً وَيُدْعَى إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَيَقُولُ: لاَ أَرَبَ لِي فِيهِ.
“Tidak akan tiba hari Kiamat hingga harta menjadi banyak pada kalian, harta itu terus melimpah sehingga membingungkan pemiliknya siapakah yang mau menerima shadaqah darinya, lalu seseorang dipanggil kemudian dia berkata, ‘Aku tidak membutuhkannya.’” [1]
Diriwayatkan dari Abu Musa Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ، ثُمَّ لاَ يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ.
“Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang berkeliling dengan membawa harta shadaqah berupa emas, kemudian dia tidak mendapati seorang pun yang mau menerimanya darinya.” [2]
Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa Allah Ta’ala akan memberikan karunia kepada umat ini, dengan membukakan untuk mereka simpanan-simpanan bumi, dan kekuasaan umat ini akan mencapai bumi bagian timur dan barat. Dijelaskan di dalam sebuah hadits Tsauban Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ زَوَى لِيَ اْلأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا، وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ اْلأَحْمَرَ وَاْلأَبْيَضَ.
“Sesungguhnya Allah mendekatkan [3] bumi untukku sehingga aku dapat melihat bagian timur dan baratnya, dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai bagian bumi yang telah didekatkan padaku, dan aku diberikan dua (harta) simpanan; yaitu emas dan perak.” [4]
Dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنِّي أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ خَزَائِنِ اْلأَرْضِ أَوْ مَفَاتِيحَ اْلأَرْضِ.
“Dan sesungguhnya aku telah diberikan kunci-kunci (harta) simpanan bumi atau kunci-kunci bumi.” [5]
Dan diriwayatkan dari ‘Adi bin Hatim Radhiyallahu anhu, dia berkata:
بَيْنَمَا أَنَا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ، فَشَكَا إِلَيْهِ الْفَاقَةَ، ثُمَّ أَتَاهُ آخَرُ، فَشَكَا إِلَيْهِ قَطْعَ السَّبِيلِ، فَقَالَ: يَا عَدِيُّ! هَلْ رَأَيْتَ الْحِيرَةَ؟ قُلْتُ: لَمْ أَرَهَـا، وَقَدْ أُنْبِئْتُ عَنْهَا. قَالَ: فَإِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَـاةٌ لَتَرَيَنَّ الظَّعِينَةَ تَرْتَحِلُ مِنَ الْحِيرَةِ حَتَّى تَطُوفَ بِالْكَعْبَةِ لاَ تَخَافُ أَحَدًا إِلاَّ اللهَ. قُلْتُ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَ نَفْسِي: فَأَيْنَ دُعَّارُ طَيِّئٍ الَّذِينَ قَدْ سَعَّرُوا الْبِلاَدَ؟! وَلَئِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَاةٌ لَتُفْتَحَنَّ كُنُوزُ كِسْرَى. قُلْتُ: كِسْرَى بْنِ هُرْمُزَ؟! قَالَ كِسْرَى بْنِ هُرْمُزَ. وَلَئِنْ طَالَتْ بِكَ حَيَـاةٌ لَتَرَيَنَّ الرَّجُلَ يُخْرِجُ مِلْءَ كَفِّهِ مِنْ ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ، يَطْلُبُ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ، فَلاَ يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهُ مِنْهُ... قَالَ عَدِيٌّ: فَرَأَيْتُ الظَّعِينَةَ تَرْتَحِلُ مِنَ الْحِيرَةِ حَتَّـى تَطُوفَ بِالْكَعْبَةِ لاَ تَخَافُ إِلاَّ اللهَ، وَكُنْتُ فِيمَنْ افْتَتَحَ كُنُوزَ كِسْرَى بْنِ هُرْمُزَ، وَلَئِنْ طَالَتْ بِكُمْ حَيَاةٌ لَتَرَوُنَّ مَا قَالَ النَّبِيُّ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخْرِجُ مِلْءَ كَفِّهِ.
“Ketika aku bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki, lalu dia mengadu kepadanya tentang kefakiran, kemudian datang lagi yang lain, dan mengadu kepadanya tentang para pembegal. Selanjutnya beliau berkata, ‘Wahai ‘Adi! Apakah engkau melihat (kota) al-Hirah?’ ‘Aku belum melihatnya, sementara aku telah mendapatkan berita tentangnya,’ jawabku. Beliau bersabda, ‘Jika umurmu panjang, niscaya engkau akan melihat seorang wanita melakukan perjalanan dari al-Hirah hingga dia melakukan thawaf di sekeliling Ka’bah tanpa merasa takut kepada seorang pun kecuali kepada Allah,’ aku bertanya di dalam hati, ‘Ke manakah para pembegal dari Thayyi' yang telah menebarkan fitnah di berbagai negeri?!’ (Sabda Rasul), ‘Dan seandainya umurmu panjang, niscaya akan dibukakan harta simpanan Kisra.’ Aku bertanya, ‘Kisra bin Hurmuz?!’ Beliau menjawab, ‘Kisra bin Hurmuz, dan seandainya umurmu panjang, niscaya engkau akan melihat seorang laki-laki mengeluarkan emas atau perak sepenuh kedua telapak tangannya, dia mencari orang yang akan menerimanya, lalu dia sama sekali tidak mendapati seorang pun yang mau menerimanya darinya... ‘Adi berkata, “Lalu aku melihat seorang wanita yang melakukan perjalanan dari (kota) al-Hirah hingga dia melakukan thawaf di Ka’bah tanpa ada rasa takut kecuali kepada Allah, dan aku adalah termasuk orang yang membuka harta simpanan Kisra bin Hurmuz, dan jika kalian berumur panjang, niscaya kalian akan melihat apa-apa yang dikatakan oleh Abul Qasim (Nabi) Shallallahu 'alaihi wa sallam, (yaitu) orang yang menshadaqahkan (emas) sepenuh telapak tangan.” [6]
Telah banyak terbukti apa-apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Harta melimpah pada zaman Sahabat Radhiyallahu anhu dikarenakan banyaknya penaklukan, dan mereka membagi-bagikan harta dari penaklukan negeri Persia dan Romawi. Kemudian harta melimpah pada masa ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah, bahkan ada seseorang pada zaman beliau menawarkan harta shadaqah tetapi tidak didapatkan orang yang mau menerimanya darinya.
Demikian pula harta akan melimpah di akhir zaman, sampai-sampai ada seseorang menawarkan harta kepada yang lainnya, lalu orang yang ditawarkan berkata, “Aku tidak membutuhkannya.”
Ini -wallaahu a’lam- merupakan isyarat terhadap apa-apa yang akan terjadi pada zaman al-Mahdi dan Nabi ‘Isa Alaihissallam [7] berupa banyaknya harta dan bumi mengeluarkan keberkahan dan simpanannya.
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
تَقِيءُ اْلأَرْضُ أَفْلاَذَ كَبِدِهَا أَمْثَالَ الأُسْطُوَانِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ قَالَ: فَيَجِيءُ الْقَاتِلُ فَيَقُولُ: فِي هَذَا قَتَلْتُ. وَيَجِيءُ الْقَاطِعُ فَيَقُولُ: فِي هَذَا قَطَعْتُ رَحِمِي. وَيَجِيءُ السَّارِقُ فَيَقُولُ: فِـي هَذَا قُطِعَتْ يَدِيْ. ثُمَّ يَدَعُونَهُ فَلاَ يَأْخُذُونَ مِنْهُ شَيْئًا.
‘Bumi mengeluarkan (harta) simpanannya seperti batangan-batangan dari emas dan perak.’ Beliau berkata, ‘Lalu sang pembunuh datang, dia berkata, ‘Karena inilah aku membunuh,’ kemudian datang orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, lalu berkata, ‘Karena inilah aku memutuskan hubungan silaturahmi,’ dan datang si pencuri, lalu berkata, ‘Karena inilah tanganku dipotong,’ kemudian mereka meninggalkannya dengan tidak mengambil sedikit pun darinya.’” [8]
Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan tentang keadaan manusia yang tidak membutuhkan harta dan meninggalkannya, hal itu mungkin terjadi ketika keluarnya api, dan sibuknya manusia dengan perkara berhimpunnya (manusia ke satu tempat), sehingga tidak seorang pun yang peduli terhadap harta, bahkan mereka ingin meringankan diri (dari segala beban) semampunya.
Apa yang diungkapkan oleh Ibnu Hajar rahimahullah di atas tidak bertentangan dengan sebab lain yang menyebabkan mereka tidak membutuhkannya lagi, yaitu banyaknya harta, sebagaimana yang akan terjadi pada zaman al-Mahdi dan Nabi ‘Isa Alaihissallam. Maka sikap merasa tidak butuh terhadap harta ini terjadi pada dua masa -walaupun keduanya berjauhan- dengan dua sebab yang berbeda. Wallahu a’lam.
📚 Footnote :
[1]. Shahiih al-Bukhari , kitab al-Fitan (XIII/81-82, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab az-Zakaah, bab Kullu Nau’in minal Ma’ruuf Shadaqah (VII/97, Syarah an-Nawawi).
[2]. Shahiih Muslim, kitab az-Zakaah, bab Kullu Nau’in minal Ma’ruuf Shadaqah (VII/96, Syarh an-Nawawi).
[3]
. (زوي)
seperti perkataan: Zawaituhu, Azwihi, Zayyan, yang berarti: Jama’tuhu; mengumpulkannya. Maksudnya bahwasanya Allah mengumpulkan bumi untuk beliau J, dan mendekatkannya se-hingga beliau melihat bagian barat dan timurnya.
[4]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah (XVIII/13, Syarah an-Nawawi).
[5]. Shahiih Muslim, kitab al-Fadhaa-il bab Haudhin Nabiyyi J wa Shifatuhu (XV/ 57, Syarh an-Nawawi).
[6]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Manaaqib, bab ‘Alaamaatun Nubuwwah fil Islaam (VI/60-61, Fat-h) dan Syarhus Sunnah, kitab al-Fitan, bab Maa yakunu min Katsratil Maal wal Futuuh (XV/31-33). Tahqiq Syu’aib al-Arna-uth.
[7]. Lihat kitab Fat-hul Baari (XIII/87-88).
[8]. Shahiih Muslim, kitab az-Zakaah, bab Kullu Nau’in minal Ma’ruuf Shadaqah (XV/98, Syarh an-Nawawi). Dan lihat Fat-hul Baari (XIII/88). 
========================================= = 
6. MUNCULNYA BERBAGAI MACAM FITNAH.
(اَلْفِتَنُ)
adalah bentuk jamak dari kata (فِتْنَةٌ), maknanya adalah cobaan dan ujian. Kemudian banyak digunakan untuk makna ujian yang dibenci, lalu dimutlakkan untuk segala hal yang dibenci atau berakhir dengannya seperti dosa, kekufuran, pembunuhan, pembakaran, dan yang lainnya dari segala hal yang dibenci. [1]
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah munculnya fitnah besar yang bercampur di dalamnya kebenaran dan kebathilan. Iman menjadi goyah, sehingga seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore hari, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi hari. Setiap kali fitnah itu muncul, maka seorang mukmin berkata, “Inilah yang menghancurkanku,” kemudian terbuka dan muncul (fitnah) yang lainnya, lalu dia berkata, “Inilah, inilah.” Senantiasa fitnah-fitnah itu datang menimpa manusia sampai terjadinya hari Kiamat.
Dijelaskan dalam hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِـي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، اَلْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْقَائِِمُ خَيْـرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا بِسُيُوفِكُمُ الْحِجَارَةَ، فَإِنْ دُخِلَ عَلَى أَحَدِكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ.
‘Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan muncul banyak fitnah besar bagaikan malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir di sore hari, di sore hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari. Orang yang duduk saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri saat itu lebih baik daripada orang yang berjalan dan orang yang berjalan saat itu lebih baik daripada orang yang berlari. Maka patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian dan pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika salah seorang dari kalian dimasukinya (fitnah), maka jadilah seperti salah seorang anak Adam yang paling baik (Habil).’” [HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak] [2]
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا.
“Bersegeralah kalian melakukan amal shalih (sebelum datangnya) fitnah-fitnah bagaikan malam yang gelap gulita, seseorang dalam keadaan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, atau di sore hari dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari, dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” [3]
Diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma, isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia berkata:
اسْتَيْقَظَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَزِعًا، يَقُوْلُ: سُبْحَانَ اللهِ! مَاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْخَزَائِنِ؟ وَمَـاذَا أُنْزِلَ مِنَ الْفِتَنِ؟ مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَاتِ -يُرِيدُ بِهِ أَزْوَاجَهُ- لِكَيْ يُصَلِّينَ؟ رُبَّ كَاسِيَةٍ فِـي الدُّنْيَـا عَارِيَةٍ فِي اْلآخِرَةِ.
“Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun pada suatu malam yang menakutkan, lalu beliau berkata, ‘Subhaanallaah, harta simpanan apakah yang telah diturunkan? Fitnah apakah yang telah diturunkan? Siapakah yang membangunkan pemilik kamar-kamar -yang beliau maksud adalah isteri-isterinya- sehingga mereka melakukan shalat? Banyak sekali wanita yang berpakaian di dunia, di akhirat kelak dia telanjang.’”[4] [HR. Al-Bukhari] [5]
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma, ia berkata:
نَادَى مُنَـادِي رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلصَّلاَةَ جَامِعَةً. فَاجْتَمَعْنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ: إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَـى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا، وَسَيُصِيْبُ آخِرَهَا بَلاَءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا، وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ، فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ، هَذِهِ... فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ.
“Seorang penyeru Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berseru, ‘Shalat berjama’ah!’ Lalu kami berkumpul bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau berkata, ‘Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi pun sebelumku melainkan wajib baginya untuk menunjuki umatnya kepada kebaikan yang ia ketahui, dan memberikan peringatan kepada mereka dari kejelekan yang ia ketahui, dan sesungguhnya umat kalian ini, dijadikan keselamatannya di awalnya, dan (orang) yang ada di akhirnya akan tertimpa musibah juga berbagai perkara yang kalian ingkari, dan datanglah fitnah, sebagiannya menjadi lebih ringan (karena besarnya fitnah yang setelahnya,-penj.), dan datanglah fitnah, lalu seorang mukmin berkata, ‘Ini, ini…’ maka barangsiapa ingin diselamatkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka hendaklah kematian mendatanginya dalam keadaan dia beriman kepada Allah dan hari Akhir.’” [HR. Muslim] [6]

Dan hadits-hadits tentang fitnah banyak sekali. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan peringatan kepada umatnya dari berbagai fitnah, memerintahkan mereka untuk berlindung darinya. Beliau mengabarkan bahwa akhir dari umat ini akan ditimpa musibah juga fitnah yang sangat besar, tidak ada yang bisa melindungi darinya kecuali keimanan kepada Allah dan hari Akhir, tetap bersama jama’ah kaum muslimin, mereka adalah Ahlus Sunnah -walaupun mereka hanya sedikit-, menjauhkan diri dari berbagai fitnah, dan memohon perlindungan darinya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari segala fitnah, yang nampak darinya dan yang tersembunyi.”
(Diriwayatkan oleh Muslim [7] dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu.)
📚 [Disalin dari kitab Asyraathus Saa'ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
Footnote :
[1]. Lihat Lisaanul ‘Arab (XIII/317-321), an-Nihaayah (III/410-411), dan Fat-hul Baari (XIII/3).
[2]. Musnad Imam Ahmad (IV/408 -dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul ‘Ummal), Sunan Abi Dawud (XI/337, ‘Aunul Ma’buud), Sunan Ibni Majah (II/1310), dan Mustadrak al-Hakim (IV/440), beliau berkata, “Ini adalah hadits yang isnadnya shahih, akan tetapi keduanya (al-Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya.” Dan adz-Dzahabi tidak mengomentarinya.
[3]. Shahiih Muslim, kitab al-Aimaan, bab al-Hatstsu ‘alal Mubaadarah bil A’maal Qabla Tazhaahuril Fitan (II/133, Syarah an-Nawawi).
[4]. Sebuah isyarat bagi isteri-isteri beliau agar banyak melakukan ibadah, serta tidak malas dengan anggapan mereka isteri beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.-ed. (Fat-hul Baari, syarah hadits no. 112).
[5]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan, bab Laa Ya-ti Zamaanun illalladzi Ba’dahu Syarrun minhu (XIII/ 20, Syarh an-Nawawi).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Imaarah, bab Wujuubul Wafaa’ bi Bai’atil Khaliifatil Awwal fal Awwal (XII/232-233, Syarh an-Nawawi).
[7]. Shahiih Muslim, kitab al-Jannah wa Shifatu Na’iimihaa wa Ahluhaa, bab ‘Ardu Maq’adil Mayyit ‘alaih wa Itsbaatu ‘Adzaabil Qabri wat Ta’awwudz minhu (XVII/203, Syarh an-Nawawi).
Semoga Bermanfaat, Allahul musta'aan. 
Cerita Kehidupan Islami.

Mohon, Jangan Lupakan Suriah dalam Doa Anda!

Awal bulan ini, pasukan kafir bersekutu, bersama-sama menyerang kaum muslimin Suriah. Bersatu antara Syiah dan Komunis. Syiah Iran, Syiah Nushairiyah asli Suriah, dan Syiah Lebanon. Sementara pihak komunis dipandegani Rusia, Cina dan Korea Utara.
Seperti yang dialami Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Ketika kota kecil Madinah, hendak diserang pasukan multi-suku. Di bawah komando musyrikin Quraisy. Keadaan ini dimanfaatkan orang munafik untuk menakut-nakuti para sahabat. Namun mereka justru semakin bertambah imannya, dan mereka semakin bertawakkal kepada Allah.
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia (Orang Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kepada mereka.” Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab:
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali Imran: 173)
Bagi syiah, komunis, dan liberal, ini menjadi kabar gembira bagi mereka. Sesaat lagi, Suriah akan bersih dari ahlus sunah. Angan-angan mereka akan meleset, karena kuat materi, bukan jaminan menang dalam perang. Sebaliknya, lemah materi, tidak bisa dipastikan akan kalah dalam pertempuran.
Mereka Suudzan kepada Allah. Menganggap Allah tidak akan memberikan kemenangan kepada ahlus sunah, dan akan menyerahkan bumi Syam untuk syiah dan komunis. Hasyaa wa kallaa… jauh api dari panggang.
Di balik kelemahan, pasukan yang sedikit, di situlah pertolongan Allah semakin dekat. Justru, sombong dengan kekuatan, adalah sumber kekalahan dalam pertempuran.
Kita bisa renungkan dua ayat berikut,
Pertama, di surat Ali Imran, Allah bercerita tentang Badar,
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ
Sungguh Allah telah menolong kalian ketika perang Badar, di saat kalian dalam kondisi lemah (QS. Ali Imran: 123)
Kedua, di surat at-Taubah Allah cerita tentang peristiwa Hunain,
وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا
Pada hari Hunain, ketika jumlah pasukan kalian yang banyak, membuat kalian ujub (dengan kekuatan kalian), namun itu tidak memberikan manfaat sama sekali bagi kalian. (QS. at-Taubah: 25).
Ketika perang badar, pasukan islam hanya 1/3 dari pasukan musuh. Dengan persenjataan yang terbatas. Jauh lebih lengkap senjata musuh. Namun keterbatasan ini justru membuat mereka semakin dekat dan semakin bergantung kepada Allah. Di saat itulah, Allah memberikan kemenangan luar biasa ketika perang Badar.
Sebaliknya, ketika perang Hunain. Jumlah pasukan sahabat sangat banyak. Ada 10 riba Muhajirin dan Anshar, ditambah berbagai suku dan penduduk Mekah yang masuk islam. Mereka tergabung untuk menyerang suku Hawazun dan Tsaqif. Jumlah besar, dengan perlengkapan yang lebih memadai. Hingga membuat sebagian pasukan ujub dengan kekuatan kaum muslimin. Di tengah perang berkecamuk, ternyata banyak pasukan islam yang berlarian, sehingga tinggal pasukan kecil bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ternyata kekuatan materi hanya membuat mereka semakin ujub dan itu menjadi penghalang kemenangan.
Jangan Lupakan Muslim Suriah Dalam Doa Anda
Kita dan muslim ahlus sunah Suriah seperti satu jasad. Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اثْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمى
“Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan terasa panas.” (HR. Muslim)
Tidak ada yang bisa kita sumbangkan untuk mereka. Baik harta maupun jiwa. Karena itu, jangan lupakan mereka dalam doa anda.
Doa ketika anda berada di waktu mustajab… di sepertiga malam terakhir, ketika mendengar adzan, di antara adzan dan iqamah, atau ketika anda sujud, atau di ujung anda tasyahud.
Tidak perlu menunggu buat status untuk mendoakan muslim Suriah… Karena doa yang mustajab bukan doa di medsos, tapi doa ketika anda beribadah di waktu mustajab.
Tidak perlu mencibir Saudi atau Turki. Membantu sesama muslim adalah ibadah. Kita beribadah dengan membantu muslim Suriah, Saudi dan Turki-pun beribadah dengan membantu mereka. Dan yang jelas, bantuan mereka jauh lebih besar dari pada kita, sekalipun tidak terdengar suaranya di Media.
Semoga Allah menjaga kaum muslimin di seluruh dunia dan melindungi mereka dari bahaya orang kafir, terutama syiah. Amin.
Oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

SYAHADATNYA SUKU PEDALAMAN YANG KANIBAL

Jamaah pakistan telah dimusyawarahkan keluar ketempat suku kanibal yaitu kedaerah kanada pedalaman,setelah sampai dikanada ,orang tempatan katakan tidak boleh masuk kedaerah itu karna yg masuk tidak pasti hidup atau mati
Jamaah pakistan yg sudah musyawarah direwin ini katakan kami harus masuk.
Kata orang tempatan apa kalian sudah siap mati?
Jawab jamaah pakistan,kami siap sahid,maka dihantarlah mereka keperbatasan dan bertemu dgn tentara penjaga perbatasan disana utk meminta izin agar dapat masuk ketempat suku kanibal,namun mereka tetap tidak diizinkan karna banyak orang yg sudah masuk didaerah suku kanibal tidak kembali lagi

Namun jamaah tetap memaksa utk diizinkan masuk,tentara katakan kalian punya kehebatan apa sampai2 kalian memaksa coba buktikan kepada kami.
Tentara itu meminta kepada jamaah agar diturunkan hujan
Karna didaerah itu sudah lama tidak turun hujan

Maka amir jamaah katakan pada jamaah agar sholat istiqo dua rokaat ,tiba2 turun hujan. Dgn derasnya yg membuat tentara percaya dan menunaikan kehendak jamaah utk dihantarkan ketempat orang2 kanibal itu
Akhirnya dgn pengawalan lengkap bersenjata serta seorang penterjemah sampailah ditempat suku kanibal itu

Sampai disana jamaah bayan ditengah2 ribuan manusia kanibal 
Alhamdulillah ribuan manusia kanibal masuk islam.
ALLAAHU AKBAR